Uje Sudah Wafat di Atas Motornya sebelum menabrak pohon

Masih banyak informasi2 yang bermuncul saat ini tentang wafatnya Almarhum,namun entah itu benar adanya atau cuman rekayasa pencari keuntungan dari brita tersebut saya juga kurang tau,yang jelas itu tidak perlu dilebih2kan..

Sudah banyak dikupas soal seputar meninggalnya ustadz gaul Jeffry Al Buchari atau yang biasa dikenal dengan sebutan Uje, yang berpulang pada Jumat (26/4) dinihari. Dua stasiun televisi berita, Metro TV dan TV One, berlomba menyiarkan secara langsung keberangkatan jenazah Uje dari rumahnya, disembahyangkan di Mesjid Istiqlal, dan hingga dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ribuan pelayat maupun pengantar dapat dilihat dari siaran-siaran itu. Berbagai komentar dan cerita sudah dapat disimak dalam siaran langsung itu.



Tapi, dalam acara Bukan Empat Mata, walau bukan siaran langsung tapi disiarkan empat hari setelah Uje meninggal dunia, Selasa (30/4) malam, ada sesuatu yang baru dan lolos tampaknya dari siaran langsung berjam-jam Metro maupun TV One, yaitu kesaksian Agus Idwar yang sering menjadi host acara Damai Indonesiaku TV One.

Padahal sebenarnya dalam kerja liputan, sumber-sumber jenis ini mudah diperoleh. Tapi, baru empat hari dari meninggalnya Uje ia diutamakan. Dalam kejadian yang menimpa Uje, sebelumnya yang banyak diberitakan sebagai saksi mata adalah penjaga rumah di Pondok Indah yang di depannya ada pohon palem yang ditabrak Uje.

Dalam berbagai liputan kesaksiannya selalu muncul. Ia menunjuk batang bawah pohon palem yang ditabrak Uje, batas trotoar, tempat tubuh Uje tergeletak, lalu ada teman Uje yang kemudian membawa Uje ke rumah sakit dengan taksi.

Ketika Tukul, si host Bukan Emat Mata hendak memperkenalkan saksi meninggalnya Uje, bayangan saya adalah Satpam itu. Walau sebelumnya saya sempat bertanya-tanya, kenapa tidak ada liputan tentang teman-teman Uje yang ikut ngopi di Kemang? Padahal itu mudah dilacak. Yang muncul adalah ustadz Solmed yang meminta kepada asisten Uje, Taufik, agar menghentikan Uje mengendarai motor. Taufik meminta bosnya untuk tidak naik motor hanya lewat telepon. Ketika itu Taufik sedang mengunjungi rumah Solmed.

Saya juga sempat mempertanyakan, kepada karyawan  atau pihak stasiun apa rencana program yang hendak dibuat Uje menyambut bulan Ramadhan mendatang dibicarakan? Sesama stasiun televisi sebenarnya mudah melacaknya. Kemudian saya juga bertanya-tanya, kemana Agus yang sering menjadi host acara Uje di TV One? Wajahnya sesekali terlihat dalam keramaian yang mengantar jenazah Uje.

Setelah Tukul menyebut nama Agus sebagai saksi kepergian Uje. Ternyata dengan Agus dan beberapa orang lagi Uje pergi ngopi ke Kemang pada malam duka itu untuk  membicarakan program yang hendak dibuat Uje menyambut bulan Puasa mendatang.

Dan benar Agus menjadi saksi utama detik-detik kepergian Uje. Agus berada seratus meter di belakang motor Uje. "Saya dibonceng motor yang dikendarai orang rumah Uje. Saya memang sengaja mengawal Uje dari belakang," cerita Agus.

Sebelum sampai Kemang, Agus pun menceritakan kalau sebenarnya Uje sempat terjatuh dari motornya di Radio Dalam. Cerita Agus, Uje jatuh pas di depannya truk, orang-orang pun berteriak berhenti berhenti, truk itu pun berhenti persis di belakang Uje dengan tangan Uje di dekat roda."

Yang menarik adalah cerita Agus dengan terisak terharu. Walau dengan ragu tapi ia mengambil kesimpulan kalau Uje sebenarnya telah meninggal dunia ketika ia berada di atas motornya. "Jadi ia meninggal bukan karena menabrak pohon. Tapi arwahnya telah dijemput ketika ia berada di atas sepeda motornya. Jadi ia telah meninggal sebelum menabrak pohon."

Agus beralasan, ketika Uje tergeletak di jalan dan ia membawanya ke rumah sakit dengan taksi, di pangkuannya di dalam taksi ia lihat wajah Uje tidak penuh darah. Almarhum hanya terlihat pingsan. Ia baru sadar Uje telah meninggal ketika dokter menyatakan kepadanya bahwa pasien yang dibawanya telah meninggal dunia.

Benarkah cerita Agus? Hanya Allah yang tahu. Tapi, Agus bercerita seperti itu sah-sah saja. Itu adalah kesimpulannya sendiri. Atas dasar melihat kejadian yang dilihatnya dan watak Uje, menurutnya, Uje telah menjemput mautnya sendiri di atas motornya.

Yang menarik dari sosok Agus dalam sudut nara sumber liputan, kenapa TV One tidak mengambil Agus sebagai nara sumber utama padahal Agus sering hadir sebagai host acara Uje di Damai Indonesiaku TV One? TV One boleh jadi kecolongan oleh sikap jeli tim Bukan Empat Mata. Apalagi kesaksian Agus memunculkan nilai lain, salah satunya adalah soal saat-saat meninggalnya Uje itu.

Dari kesaksian Agus diperoleh bahwa sewaktu  ngopi di Kemang, memang Uje didatangi dua SPG rokok dan meminta sekuriti kafe tidak usah melarang SPG rokok itu menjajakan dagangannya. Uje membeli rokok dengan jumlah uang melebihi harga rokok itu dan meminta kepada dua wanita itu untuk mendoakannya dunia dan akhirat. 


Tak sampai disitu,setelah membeli rokok kedua SPG tersebut, lalu Uje bagikan rokok kepada pelayan cafe,menurut pelayan cafe itu Uje juga terlihat janggal,yang biasanya ia duduk dibelakang,tiba2 malam sebelum kejadian ia pindah duduk didepan tanpa alasan sambil membagikan rokok tersebut..
sumber: http://sorottv.blogspot.com